Tingkatkan Mutu Unisnu, LPM Dampingi Prodi Susun Dokumen AMI

Tingkatkan Mutu Unisnu, LPM Dampingi Prodi Susun Dokumen AMI

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara  menggelar karantina pedampingan dan pengisian dokumen Audit Mutu Internal (AMI) untuk Program Studi (Prodi) di lingkup Unisnu Jepara sebagai bentuk pertanggungjawaban untuk meningkatkan mutu di bidang akademik.. Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Ketua Prodi, dan Kepala TU. Karantina pendampingan ini dilakukan kepada 19 Prodi dari 5 (lima) Fakultas dan 1 (satu) Program Pascasarjana. Sesuai jadwal, karantina dilakukan sejak 9 Oktober 2017 dan berakhir kemarin, 20 November 2017. Kegiatan ini dilakukan untuk membiasakan sadar mutu. “Tujuannya adalah agar nanti saat menjelang akreditasi, Prodi tidak lagi gedebukan­ ­menyiapkan dokumen, sehingga Prodi yang terakreditasi C menjadi B, yang B menjadi A” tutur Ketua LPM, Miftah Arifin, S.H., M. Hum. M.Kn. “Selain itu, (kegiatan) ini menyiapkan agar kami (LPM) bisa memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi sesungguhnya pada saat Rapat Tinjauan Manajemen setelah AMI selesai,” imbuhnya. Kepala bagian Monitoring dan Evaluasi Internal, Yanto, M.Si juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk membangun mutu secara utuh. “Dengan adanya pelaksanaan karantina ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya. LPM dan auditor internal adalah ujung tombak peningkatan mutu pendidikan di UNISNU sehingga beban yang tidak ringan ada di pundak dan menjadi pejuang mutu di lingkungan UNISNU menuju akreditasi A. “Ke depan, LPM berkoordinasi dengan UPT Pusat Data dan Pengembangan IT akan memanfaatkan Sistem Data untuk memudahkan dalam penyimpanan data dan pendokumentasian semua kegiatan maupun rapat,” pungkas Miftah. Miftah Arifin juga berharap dalam waktu seminggu setelah karantina akan dokumen AMI dapat terupload semua sehingga dapat dilakukan penilaian di sistem audit mutu internal (AMI). Untuk kedepannya LPM berkoordinasi dengan UPT Pusat Data dan Pengembangan IT akan memanfaatkan Sistem Data untuk memudahkan dalam penyimpanan data dan pendokumentasian semua kegiatan maupun rapat. [caption id="attachment_185" align="alignnone" width="300"] Karantina AMI di Fakultas Sains dan Teknologi[/caption] [caption id="attachment_186" align="alignnone" width="300"] Karantina AMI di Fakultas Ekonomi dan Bisnis[/caption]
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara  menggelar karantina pedampingan dan pengisian dokumen Audit Mutu Internal (AMI) untuk Program Studi (Prodi) di lingkup Unisnu Jepara sebagai bentuk pertanggungjawaban untuk meningkatkan mutu di bidang akademik.. Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Ketua Prodi, dan Kepala TU.
 
Karantina pendampingan ini dilakukan kepada 19 Prodi dari 5 (lima) Fakultas dan 1 (satu) Program Pascasarjana. Sesuai jadwal, karantina dilakukan sejak 9 Oktober 2017 dan berakhir kemarin, 20 November 2017. Kegiatan ini dilakukan untuk membiasakan sadar mutu. “Tujuannya adalah agar nanti saat menjelang akreditasi, Prodi tidak lagi gedebukan­ ­menyiapkan dokumen, sehingga Prodi yang terakreditasi C menjadi B, yang B menjadi A” tutur Ketua LPM, Miftah Arifin, S.H., M. Hum. M.Kn. “Selain itu, (kegiatan) ini menyiapkan agar kami (LPM) bisa memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi sesungguhnya pada saat Rapat Tinjauan Manajemen setelah AMI selesai,” imbuhnya.
 
Kepala bagian Monitoring dan Evaluasi Internal, Yanto, M.Si juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk membangun mutu secara utuh. “Dengan adanya pelaksanaan karantina ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya.
 
LPM dan auditor internal adalah ujung tombak peningkatan mutu pendidikan di UNISNU sehingga beban yang tidak ringan ada di pundak dan menjadi pejuang mutu di lingkungan UNISNU menuju akreditasi A. “Ke depan, LPM berkoordinasi dengan UPT Pusat Data dan Pengembangan IT akan memanfaatkan Sistem Data untuk memudahkan dalam penyimpanan data dan pendokumentasian semua kegiatan maupun rapat,” pungkas Miftah.
  [caption id="attachment_185" align="alignnone" width="300"] Karantina AMI di Fakultas Sains dan Teknologi[/caption] [caption id="attachment_186" align="alignnone" width="300"] Karantina AMI di Fakultas Ekonomi dan Bisnis[/caption]

Komentar



Berita Terkait