Siapkan Akreditasi Program Studi 4.0, Unisnu Gelar Workshop

Siapkan Akreditasi Program Studi 4.0, Unisnu Gelar Workshop

Workshop Audit Mutu Internal (AMI) dan Penyusunan Laporan Akreditasi Program Studi (APS) sebagai lanjutan Program Asuh Perguruan Tinggi (PT) Unggul 2019 Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta  dan Unisnu Jepara,  diselenggarakan pada Senin-Selasa (30 September-01 Oktober 2019) di Ruang seminar Fakultas Saintek dan Ruang seminar Pascasarjana Unisnu Jepara.

Kepala LPM Unisnu Jepara Miftah Arifin, S.H.,M.H.,M.Kn. dalam sambutannya berharap Unisnu Jepara akan sejajar dengan UMB Jakarta “Meskipun saat ini masih terpaut jauh terkait standar mutu dan kualitasnya tetapi cita-cita dalam waktu kedepan, Unisnu akan sejajar dengan UMB dengan predikat akreditasi institusi unggul,” ujarnya.  Beliau Miftah/Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya Program Asuh PT Unggul ini, harapan dan cita-cita Unisnu Jepara menuju unggul akan dapat tercapai “Program PT Asuh 2019 ini harus kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin agar apa yang kita cita-citakan bersama menuju Unisnu yang unggul dapat tercapai,” pungkasnya.

Mendukung pernyataan Kepala LPM Unisnu Jepara, dalam sambutannya, Rektor Unisnu Jepara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. mengharapakan kepada semua peserta untuk aktif dari awal sampai akhir kegiatan “Acara ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dari awal sampai akhir penutupan agar tercapai dokumen mutu Unisnu yang diharapkan”. Ia juga menekankan kepada semua peserta yang terdiri dari Kepala Lembaga, Dekan, Wakil Dekan dan Ketua Prodi di Unisnu Jepara agar selalu men-support LPM Unisnu Jepara “Semua unsur di Unisnu ini harus melakukan support  kepada LPM dalam tugasnya melaksanakan Penjaminan Mutu karena LPM merupakan garda utama akreditasi baik universitas maupun Prodi“ tegasnya.

Peringkat akreditasi unggul tidak akan dapat dicapai dengan instan tetapi perlu proses yang panjang, termasuk yang sudah dijalani UMB Jakarta. “Berbicara mutu itu tidak akan ada habisnya dan harus selalu meningkat dengan prinsip continuous Improvement dan memilih antara bermutu atau mati,ujar Wakil Kepala Pusat Penjaminan Mutu (PJM) UMB Jakarta Agus Arijanto, S.E.,M.M.  “Masyarakat dan calon mahasiswa saat pertama kali yang akan dilihat dari perguruan tinggi adalah peringkat akreditasinya, Baik,Baik Sekali, atau Unggul. Untuk itu, mau tidak mau, peningkatan mutu harus selalu dilakukan oleh Unisnu Jepara,tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung di dua tempat ini bertujuan untuk melatih jajaran pimpinan Unisnu Jepara dalam mengimplementasikan AMI serta penyusunan laporan APS oleh masing-masing Prodi. Mengingat ada beberapa Prodi pada tahun 2020 harus sudah submit dan upload Borang Akreditasi ke SAPTO.  Workshop Audit Mutu Internal (AMI) dan Penyusunan Laporan Akreditasi Program Studi (APS) ini difasilitatori oleh Ir. Desiana Vidayanti, M.T. (fasilitator SN Dikti Kemenristekdikti) Dr. Suraya (Dosen UMB Jakarta), M.Si., dan Agus Arijanto, S.E.,M.M. . Materi workshop adalah pemahaman dan best practices dalam pengisian instrumen akreditasi prodi (IAPS 4.0) serta pentingnya Audit Mutu Internal dalam mengawal dan membumikan mutu. Tim fasilitator juga mengapresiasi sistem AMI yang dimiliki dan sudah dijalankan oleh Unisnu, dan berpesan agar dilakukan beberapa perbaikan untuk menuju risk based audit.

Workshop ditutup dengan praktik audit dengan 6 Prodi yang masih memiliki peringkat akreditasi C dan yang belum terakreditasi menjadi auditee serta peserta lainnya menjadi auditor. Lingkup audit pada praktik adalah Standar Isi dan Proses pembelajaran yang serta dilihat kesesuaiannya dengan SPMI mulai dari penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan (PPEPP). Praktik ini juga sebagai salah satu upaya untuk memilih auditor baru untuk membantu audit mutu internal di Unisnu Jepara. “Praktik AMI ini menjadikan peserta semakin paham alur dan mekanisme audit, tidak hanya teori saja, peserta juga lebih memahami bahwa audit itu bukan mencari-cari kesalahan namun untuk melihat sudah sesuai atau belum kondisi di lapangan dengan standar yang ditetapkan dengan tujuan peningkatan pada unit kerja yang diaudit,” ujar Yanto, S.E., M.Si. (Kepala Bagian Monev Internal) pada penutupan kegiatan.